KORSEL vs INDO



PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DALAM BIDANG PENDIDIKAN DI NEGARA KOREA SELATAN DAN INDONESIA

A.  Pendahuluan
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai bagian dari ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) secara umum adalah semua teknologi berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan (akuisisi), pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi (Kementerian Negara Riset dan Teknologi, 2006). Tercakup dalam definisi tersebut adalah semua perangkat keras, perangkat lunak, kandungan isi, dan infrastruktur komputer maupun (tele)komunikasi.
Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi, dapat memudahkan kita untuk belajar dan mendapatkan informasi yang kita butuhkan dari mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja. Dalam dunia pendidikan perkembangan teknologi informasi mulai dirasa mempunyai dampak yang positif karena dengan berkembangnya teknologi informasi dunia pendidikan mulai memperlihatkan perubahan yang cukup signifikan. Banyak hal yang dirasa berbeda dan berubah dibandingkan dengan cara yang berkembang sebelumnya. Saat ini jarak dan waktu bukanlah sebagai masalah yang berarti untuk mendapatkan ilmu., berbagai aplikasi tercipta untuk memfasilitasinya.
Pendidikan dengan sentuhan TIK dapat membantu dalam proses transformasi pengetahuan terhadap siswa. Webster’s New World Dictionary dalam Sagala (2009:01), menyatakan bahwa pendidikan adalah proses pelatihan dan pengembangan pengetahuan, keterampilan, pikiran, karakter, dan seterusnya, khususnya lewat persekolahan formal. Sedangkan menurut Suderadjat (2005:08), pendidikan adalah proses memanusiakan manusia, dengan mengaktualisasikan seluruh potensi manusia menjadi  kemampuan yang dapat digunakan dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam definisi tersebut jelas bahwa peran TIK sangat dibutuhkan dalam pembelajaran  agar siswa mampu mengembangkan pengetahuan, keterampilan, pikiran dan karakter.
Jika meninjau dari negara maju, ternyata keberhasilan pendidikan tidak lepas dari peran serta teknologi komunikasi dan informasi. Dapat dikatakan, semakin maju teknologi dan komunikasi di suatu negara, semakin maju pula pendidikan di negara tersebut. Seperti halnya korea selatan, sudah sejak tahun 1970 internet sudah mulai diperkenalkan yang dapat mendongkrak prestasi dibidang pendidikan dikorea. pemerintah korea membentuk suatu usaha penyesuaian pendidikan dengan perkembangan waktu. Memberikan perubahan aliran-aliran sosial, sejalan dengan pemahaman baru bahwa pendidikan dan kebudayaan berlangsung sesuai perkembangan sosial dan persaingan global. Penyesuaian pendidikan sesuai dengan perkembangan waktu diserahkan untuk mengubah seluruh sistem pendidikan yaitu, infrastruktur fisik, keterlibatan dalam berorganisasi, suasana ruang kelas dan pemikiran manusia. Spesifikais dari sumber penghasilan manusia berdasarkan pada pendidikan sosial.
Berdasarkan penelitian pada tahun 2006 tentang program penilaian pelajar internasional dari OECD, korea selatan menempati urutan pertama dalam pemecahan masalah, urutan ketiga dalam matematikan dan kesebelas dalam bidang sains. Teknologi pada pedidikan korea juga dikembangkan hingga diseluruh daratan korea dengan membuat jaringan akses internet dengan kecepatan tinggi di sekolah dasar dan lanjutan. Sedangkan menurut Economiest Intelligent Unithttp_e learning_readiness, rankings.pdf, korea selatan menduduki peringkat kelima dari 60 negara yang menggunakan ICT dalam bidang pendidikan dimana penerapan ICT mereka yang menyeluruh serta tanpa batasan apapun sehingga kegiatan pendidikan berjalan maksimal serta berbasis ful ICT. dimana di setap rumah diadakan jaringan internet ultra high-speed dan jumlah pemakainya melebihi 10 juta pada november 2002.
Berdasarkan uraian diatas, perlu adanya pembahasan lebih mendalam berkaitan dengan penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam bidang pendidikan di Negara Korea Selatan dan Indonesia yang bermaksud untuk membandingkan dan pada akhirnya meningkatkan mutu pendidikan di Indoneisa.

B.  Rumusan Masalah
1.    Bagaimana Penerapan TIK dalam bidang pendidikan di Korea Selatan?
2.    Bagaimana Penerapam TIK dalam bidang pendidikan di Indonesia
3.    Perbandingan penerapan TIK dalam bidang pendidikan antara Korea Selatan dan Indonesia

C.  Pembahasan
Profil Negara Korea Selatan :
Nama Negara: Republic of Korea/South Korea/Taehan-min’guk/Han’guk
Jenis Pemerintahan: Republik
Ibukota: Seoul
Pembagian kekuasaan: 9 provinsi (do) dan 7 kota besar (gwangyoksi)
Provinsi: Cheju-do, Cholla-bukto (Cholla Utara), Cholla-namdo (Cholla Selatan), Ch’ungch’ong-bukto (Ch’ungch’ong Utara), Ch’ungch’ong-namdo (Ch’ungch’ong Selatan), Kangwon-do, Kyonggi-do, Kyongsang-bukto (Kyongsang Utara), Kyongsang-namdo (Kyongsang Selatan)
Kota Besar: Inch’on-gwangyoksi, Gwangju-gwangyoksi, Pusan-gwangyoksi, Seoul-t’ukpyolsi, Taegu-gwangyoksi, Taejon-gwangyoksi, Ulsan-gwangyoksi
Kemerdekaan: 15 Agustus 1945 (dari Jepang)
Konstitusi: 17 Juli 1948; Ditulis Ulang/Amandemen 9 kali; Yang Disetujui : 29 October 1987
Eksekutif: Kepala Negara: Presiden Lee Myung-bak (sejak 25 Februari 2008) Kepala Pemerintahan: Perdana Mentri Chung Un-chan (sejak 30 September 2009) Kabinet: State Council disetujui oleh presiden direkomendasikan oleh Perdana Menteri
Lokasi: Asia timur
Koordinasi Geografi :37 00 N, 127 30 E
Area total: 99,720 sq/km terdiri dari : darat: 96,920 sq/km laut: 2,800 sq/km
Perbatasan Darat: 238 km batas negara: Korea Utara 238 km
Garis Pantai: 2,413 km
Iklim : Hujan lebih banyak pada musim panas daripada di musim dingin
Geografi: Perbukitan dan pegunungan ;
SDA : Batu Bara, graphite, molybdenum, Timbal, Potensi hydropower
Penggunaan Lahan : Lahan bebas: 16.58%, pertanian permanen: 2.01%, lainnya: 81.41% (2005)
Lahan Irigasi: 8,780 sq/km (2003)
Korea Selatan melakukan hubungan diplomatik lebih dari 188 negara. Korea Selatan juga tergabung dalam PBB sejak tahun 1991, bersamaan dengan bergabungnya Korea Utara. Pada 1 Januari 2007, Menteri Luar Negeri Korea Selatan pada saat itu, Ban Ki-moon resmi menjadi Sekretaris Jenderal PBB menggantikan Kofi Annan. Selain itu, Korea Selatan juga menjadi mitra stratergis ASEAN sebagai anggota Asean Plus 3 dan aktif dalam forum ekonomi dunia lainnya seperti G-20, APEC dan Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur.
Korea Selatan menjalin hubungan erat dengan RRC, terutama sejak Korea Selatan memutuskan hubungan dengan Republik Cina.
Uni Eropa menjadi mitra penting perdagangan Korea Selatan dan menjadi tujuan utama ekspor Korea Selatan. Hubungan diplomatik dengan Jepang tidak pernah dicatatkan secara formal sejak Perang Dunia II, namun Traktat Hubungan Dasar antara Jepang dan Korea Selatan yang ditandatangani tahun 1965 menjadi dasar utama hubungan kedua negara. Korea Selatan dan Jepang mengalami persengketaan mengenai masalah Batu Liancourt, namun secara administratif, kepulauan ini dimiliki oleh Korea Selatan karena Pengawal Pantai Korea Selatan bermarkas di pulau ini.
Invasi serta ketegangan dengan Korea Utara telah mendorong Korea Selatan mengalokasikan 2.6% dari PDB dan 15% dari pengeluaran pemerintah untuk pembiayaan militer serta mewajibkan seluruh pria untuk mengikuti wajib militer. Jumlah tentara aktif Korea Selatan menempati urutan keenam terbesar di dunia, urutan kedua dalam jumlah tentara cadangan dan sebelas besar dalam urusan anggaran pertahanan.
Pasukan militer Korea Selatan terdiri atas Angkatan Darat (ROKA), Angkatan Laut (ROKN) dan Korps marinir (ROKMC). Angkatan bersenjata ini kebanyakan berkonsentrasi di daerah perbatasan Zona Demiliterisasi Korea. Seluruh pria Korea Selatan diwajibkan secara konstitusi untuk mengikuti wajib militer, umumnya untuk masa dua tahun.
1.    Penerapan TIK dalam bidang pendidikan di Korea Selatan
Secara umum sistem pendidikan di korea selatan terdiri dari empat jenjang yaitu sekolah dasar, sekolah menengah tingkat pertama, SLTA dan pendidikan tinggi. Sekolah dasar adalah pendidikan wajib selama 6 tahun baik anak usia 6 dan 11 tahun dengan jumlah indeks tamat SD mencapai 99,8% putus sekolah SD 0%. SMP merupakan kelanjutan SD bagi anak usia 12-14 tahun. selam 3 tahun pendidikan, yang kemudian menlanjutkan ke SLTA pada grade 10-11 dan 12 dengan dua pilihan yaitu umum dan sekolah kejuruan. Sekolah kejuruan meliputi pertanian, perdagangan, perikanan dan teknik. selain itu ada sekolah komprehensif yang merupakan gabungan antara sekolah umum dan sekolah kejuruan yang merupakan bekal untuk melanjutkan ke akademik (junior college) atau universitas (senior sollege) gelar master atau dokter
Penerapan TIK di dunia pendidikan, pemerintah korea selatan mendirikan jaringan pendidikan yaitu Korean Educational Research and Information Service atau (KERIS). KERIS merupakan suatu organisasi yang dibentuk pemerintah korea yang bergerak di bidang ICT pendidikan dengan tujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan penelitian, memajukan pendidikan, mempelajari pengumpulan informasi yang diperlukan dalam pendidikan dan penelitian, serta membangun dan mengoperasikan efektif semua sistem informasi yang diperlukan dalam pendidikan. Pemerintah korea juga menririkan jaringan pendidikan untuk sistem penelitian yaitu Researh InformationService System (RISS). Pada tahun 2006 KERIS mendapatkan penghargaan dari UNESCO Raja Bin Isa Al-Khalifa Prize sebagai organisasi non pemerintah untuk model TIK yang sangat baik., praktik terbaik, dan penggunaan kreatif dari teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk meningkatkan pembelajaran, pengajaran dan kinerja pendidikan secara keseluruhan.
KERIS merupakan institusi utama pemerintah korea untuk mempromosikan penggunaan TIK dalam pendidikan. Kerja keras software baru pemerintah ini bekerja sama dengan Ministry of Education and Human Resources Development and The Offices of  Educational di setiap kota dan provinsi di korea. KERIS juga didistribusikan dan bergabung dengan EDUNET.
EDUNET adalah suatu produk pendidikan yang berbeda jenis dan penggunaanya. sebagai contoh EDUNET mengarahkan pada sebuah stasiun pendidikan untuk guru yang membutuhkannya dalam kelangsungan proses mengajar. Stasiun untuk siswa SD dan menengah, stasiun untuk sekolah menengah atas yang tertarik untuk melanjutkan sekolah ke universitas atau mengambil kursus, dan juga stasiun untuk orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya.
NEIS (National Education Information System) yaitu suatu sistem jaringan nasional pemerintah yang memiliki 3 cakupan di dalam sebuah sekolah, pertama untuk keperluan staff sekolah, untuk keprluan guru dan non guru, serta untuk masyarakat dan orang tua. adapun proyek pembangunan jaringan nasional, NABIS (National Basic Information System) dengan rencana dasarnya yaitu jaringan administrasi, keuangan, pendidikan dan kajian keamanan.
Jaringan internet ultra high-speed yang telah berjalan sejak tahun 2005. Tujuan dari program ini adalah membesarkan kemampuan untuk menghadapi masyarakat berbasis pengetahuan, megasuh tenaga manusia industri yang kreatif. ICT di korea selatan dalam bidang pendidikan diantaranya berupa buku pelajaran digital dan tablet PC (perangkat yang mengkombinasikanfungsi komputer, leptop dan PDA).

2.    Penerapam TIK dalam bidang pendidikan di Indonesia
Indonesia pernah menggunakan istilah telematika (telematics) untuk arti yang kurang lebih sama dengan TIK yang kita kenal saat ini. Encarta Dictionary mendeskripsikan telematics sebagai telecommunication + informatics (telekomunikasi + informatika) meskipun sebelumnya kata itu bermakna science of data transmission. Pengolahan informasi dan pendistribusiannya melalui jaringan telekomunikasi membuka banyak peluang untuk dimanfaatkan di berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk salah satunya bidang pendidikan. Ide untuk menggunakan mesin-belajar, membuat simulasi proses-proses yang rumit, animasi proses-proses yang sulit dideskripsikan sangat menarik minat praktisi pembelajaran. Tambahan lagi, kemungkinan untuk melayani pembelajaran yang tak terkendala waktu dan tempat juga dapat difasilitasi oleh TIK.
Sejalan dengan perkembangan tersebut mulailah bermunculan berbagai jargon berawalan e, mulai dari e-book, e-learning, e-laboratory, e-education, e-library, dan sebagainya. Awalan e bermakna electronics yang secara implisit dimaknai berdasar teknologi elektronika digital.
Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran di Indonesia telah memiliki sejarah yang cukup panjang. Inisiatif menyelenggarakan siaran radio pendidikan dan televisi pendidikan merupakan upaya melakukan penyebaran informasi ke satuan-satuan pendidikan yang tersebar di seluruh nusantara. Hal ini adalah wujud dari kesadaran untuk mengoptimalkan pendayagunaan teknologi dalam membantu proses pembelajaran masyarakat.
Kelemahan utama siaran radio maupun televisi pendidikan adalah tidak adanya feedback yang seketika. Siaran bersifat searah yaitu dari narasumber atau fasilitator kepada pembelajar. Introduksi komputer dengan kemampuannya mengolah dan menyajikan tayangan multimedia (teks, grafis, gambar, suara, dan gambar bergerak) memberikan peluang baru untuk mengatasi kelemahan yang tidak dimiliki siaran radio dan televisi. Bila televisi hanya mampu memberikan informasi searah (terlebih jika materi tayangannya adalah materi hasil rekaman), pembelajaran berbasis teknologi internet memberikan peluang berinteraksi baik secara sinkron (real time) maupun asinkron (delayed).
Pembelajaran berbasis Internet memungkinkan terjadinya pembelajaran secara sinkron dengan keunggulan utama bahwa pembelajar maupun fasilitator tidak harus berada di satu tempat yang sama. Pemanfaatan teknologi video conference yang dijalankan dengan menggunakan teknologi Internet memungkinkan pembelajar berada di mana saja sepanjang terhubung ke jaringan komputer. Selain aplikasi unggulan seperti itu, beberapa peluang lain yang lebih sederhana dan lebih murah juga dapat dikembangkan sejalan dengan kemajuan TIK saat ini.
Awal mula penggunaan TIK di Indenesia bermula adanya jaringan pendidikan yaitu sistem teleconfrence yang diciptakan ITB berkerjasama dengan TELKOM dalam pembelajaran jarak jauh yang memannfaatkan ISDN (Integrated Services Digital Network), selanjutnya dikenalkan program e-learning, e-University, dengan program-program ini semua hal yang menjadi komponen pendidikan bisa diaksis melalui internet.
E-Learning adalah semua yang mencakup pemanfaatan komputer dalam menunjang peningkatan kualitas pembelajaran, termasuk di dalamnya menggunakan mobile technologies seperti PDA dan MP3 players, penggunaan teaching material berbasis web dan hypermedia, multimedia CD-Room atau web sites, forum diskusi, perangkat lunak kolaboratif, email, computer aided assessment, animasi pendidikan, simulasi, permainan, perangkat lunak manajemen pembelajaranm dan lain sebagainya. Pada tingkat pendidikan SMA implikasi TIK juga sudah mulai dilakukan walau belum mampu menjajal dengan implikasi-implikasinya pada tingkatan pendidikan lanjutan.
Jardiknias Schoolnet atau jejaring pendidikan nasional zona sekolah adalah salah satu dari 4 zona jaringan yang dibuat oleh kementrian pendidikan nasional Indoneisa. Jardiknas sendiri merupakan infrastruktur jaringan sekala nasionla yang dapat menghubungkan lembaga pendidikan, kantor dinas pendidikan (tingkat provinsi, kota, kabupaten) perguruan tinggi, dan sekolah yang ada di indonesia. Jardiknas membagi menjadi 4 zona jaringan, yaitu zona kantor dinas pendidikan, zona perguruan tinggi (INHERENT), zona sekolah (Schoolnet), dan zona personal. pembagian zona ini berdasarkan pada skala kebutuhan, kondisi geografis, fasilitas teknologi yang ada, manfaat dan fungsi program jardiknas yang diperuntukkan untuk komunitas dan instiotusi pendidikan.
Penerapan TIK dalam pendidikan di Indonesia dapat dilihat dari beberapa program berikut :
a.    Distance Learning (belajar jarak jauh)
b.    Penggunaan perangkat teknologi informasi interaktif, seperti CD-ROOM multimedia, dalam pendidikan secara  bertahap menggantikan TV dan Video
c.    Perpustakaan elektronik (e-library)
d.   pemakaian email, blog pendidikan, serta komputerisasi pada hasil ujian nasional.

3.    Perbandingan penerapan TIK dalam bidang pendidikan antara Korea Selatan dan Indonesia
Penerapan TIK dalam pendidikan di korea selatan sudah sangatlah baik, terlihat dari pelaksanaan dan pemerataan pengaksesan internet bagi semua warga negaranya. Sebagai contoh adanya kerjasama APEC dengan Cyber Education milik korea ICT Korea telah maju dan tingkat penggunaannya cukup tinggi. Informatisasi pendidikan melalui jaringan-jaringan informasi kecepatan-sangat-tinggi merubah pendidikan dari gaya produktif massal yang seragam yang ada sekarang ke gaya yang mengakui individualitas, yang menciptakan lingkungan yang optimal untuk menghasilkan manusia-manusia berkualitas yang akan memimpin masa depan.
Cyber education diluncurkan setelah Presiden Kim Daejung menekankan pentingnya proyek-proyek ‘e-education’ untuk mengurangi kesenjangan dalam IT di antara anggota-anggota Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) pada pertemuan puncak ke-7 APEC yang diselenggarakan di New Zealand pada bulan September 1999. Tujuannya ialah untuk memfasilitasi informasi dan ‘know-how’ (pengetahuan) dalam pemanfaatan ICT dalam bidang pendidikan dan untuk menghasilkan guru-guru yang berkualitas yang memiliki latar belakang kuat dalam ICT yang dituntut oleh sistem ekonomi baru. Sekarang Korea menduduki posisi ketua dalam APEC ACEC Consortium yang terdiri atas 4 negara (Korea, Amerika Serikat, Selandia Baru, dan Hongkong).
            Di Indonesia ada beberapa kendala yang menyebabkan TIK  dan Internet belum dapat digunakan seoptimal mungkin. Kesiapan pemerintah Indonesia masih patut dipertanyakan dalam hal ini. Penyebab utamanya antara lain adalah:
a.    Kurangnya ketersediaan sumber daya manusia, proses transformasi teknologi, infrastruktur telekomunikasi dan perangkat hukumnya yang mengaturnya. apakah infrastruktur hukum yang melandasi operasional pendidikan di Indonesia cukup memadai untuk menampung perkembangan baru berupa penerapan IT untuk pendidikan ini.
b.    Sebab perlu diketahui bahwa Cyber Law belum diterapkan pada dunia Hukum di Indonesia.
c.    Kekurangan pada hal pengadaan infrastruktur teknologi telekomunikasi, multimedia dan informasi yang merupakan prasyarat terselenggaranya IT untuk pendidikan sementara penetrasi komputer (PC) di Indonesia masih rendah. Biaya penggunaan jasa telekomunikasi juga masih mahal bahkan jaringan telepon masih belum tersedia di berbagai tempat di Indonesia. Untuk itu perlu dipikirkan akses ke Internet tanpa melalui komputer pribadi di rumah. Sementara itu tempat akses Internet dapat diperlebar jangkauannya melalui fasilitas di kampus, sekolahan, dan bahkan melalui warung Internet. Hal ini tentunya dihadapkan kembali kepada pihak pemerintah maupun pihak swasta; walaupun pada akhirnya terpulang juga kepada pemerintah. Sebab pemerintahlah yang dapat menciptakan iklim kebijakan dan regulasi yang kondusif bagi investasi swasta di bidang pendidikan.
Berikut Tabel perbandingan TIK dalam pendidikan di Korea Selatan dan Indonesia
No
Indikator
Negara
Kerea Selatan
Indonesia
1
Awal masuknya internet
Tahun 1970 dengan program Cyber 21 dan White Paper di Institusi Komputer Korea
Tahun 1990 dengan program Radio paket internet ITB
2
Aplikasi TIK ke dalam pendidikan
Juli 1970 (Rancangan), Juli 1996 (AplikasiFrameworkact TIK), 1999 (Enforcement Plan TIK pendidikan)
Tahun 2000an diperkenalkan  di dalam Distance learning program, Telecomfrernce dengan ISDN dan ASDL
3
Program-program TIK
KERIS, RISS, EDUNET, NEIS, dan NABIS
e-learning, e-Library, Jardiknas, Distance Learning dll
4
Pemerataan jaringan internet
Jaringan internet untra-high speed dejak tahun 2005 yang bisa di akses dimanapun
Jaringan Home Internet, via telepon rumah, Modem/USB,yang masih memakai jasa produk GSM/CDMA.
5
Pemakaian TIK dalam Pendidikan
Menyeluruh Mulai dari kegiatan belajar siswa, guru, sekolah dan orang tua.
Terbatas pada fasilitas tambahan dalam kegiatan belajar mengajar
6
Akses internet oleh siswa dalam pembelajaran
Disetiap jenjang pendidikan, baik negeri atau pun swasta
Lebih tinggi pada jenjang SMA saja.

7
Peran Pemerintah
Sangat Dominan
Contoh : Bekerjasama dengan organisasi APEC untuk dana TIK dalam pendidikan
Tidak Optimal
Contoh: Kurikulum TIK yang belum begitu baik, organisasi jaringan yang hanya untuk akses pengajar saja.
8
Sarana, alat, dan Fasilitas Belajar di kelas
Setiap kelas terkoneksi internet dengan kecepatan 6-10 Mbps mulai tahun 1997.5 siswa 1 PC laptop/PDA.
1 sekolah  1 departemen ICT.
 Ada pendidikan karir untuk guru ICT.
Jaringan internet Terbatas bahkan lambat sekali.
1 kelas 1 PC laptop/Proyektor.
Guru TIK kadang tidak Berkualifikasi pendidikan TIK .
9
Ranking dunia pemakaian TIK dalam pendidikan
Urutan 10 dalam top 10 negara pengaplikasi TIK versi IDI (ICT development Indeks) tahun 2010.
Peringkat ke 1 dalam PISA tahun 2009.
Pemenang UNESCO Raja Hamad Bin Isa Al-Khalifa Prize tahun 2006
Peringkat ke 53 dalam penerapan e-learning versi elearning readiness rankings tahun 2009.
Peringkat ke 73 dalam pemakain jaringan internet dalam pendidikan versi networking world tahun 2004.
10
Kepemilikan Website dan email
Setiap warga negara wajib memiliki 1 akun website dan email pada jejaring pendidikan yang telah disediakan pemerintah terutama untuk para guru dan pelajar.
Tidak ada ada kewajiban punya akun dan email.
Penggunaan jejaring sosial pada masyarakat indonesia sangat  tinggi pada aspek  jejaring Pertemanan saja



Di Indonesia yang notabenenya sebagai negara berkembang dimana ketersediaan infrastruktur komunikasi yang masih minim mengakibatkan kesempatan setiap orang untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan menjadi terbatas. Ketersediaan infrastruktur ini sangat terasa di daerah-daerah yang proses memperoleh informasinya masih terbatas. Hal ini dikarenakan di Indonesia penyebaran teknologi informasi dan komunikasi belum merata, sekarang ini hanya di kota-kota besar sajalah yang sudah dengan mudah menikmati dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Dengan demikian perkembangan pendidikan pun menjadi terhambat dan juga tidak merata. Salah satu wadah yang dirasa paling berperan dalam dunia teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia saat ini adalah internet. Di Indonesia terutama yang berada di kota-kota besar sudah banyak masyarakat yang mempunyai akses internet, sehingga pemanfaatan internet sebagai salah satu media pembelajaran dan pencarian informasi dan pengetahuan dapat lebih maksimal walaupun akses internet di Indonesia belum sepenuhnya dapat dirasakan semua orang.
Pemerintah diharapkan dapat membantu daerah-daerah yang penyampaian proses informasinya masih minim dan tidak hanya fokus pada daerah atau kota-kota besar saja seperti yang terjadi pada saat sekarang ini, karena pada kenyataannya peran daerah dalam mendukung perkembangan teknologi informasi dan perkembangan pendidikan di Indonesia sangatlah penting.
Dengan belum meratanya penyebaran teknologi informasi akan berpengaruh terhadap proses perkembangan pendidikan. Hal ini dikarenakan peran teknologi informasi di dunia pendidikan sangatlah penting. Dengan adanya teknologi informasi segala macam ilmu pengetahuan dan informasi dapat diterima dan didapatkan dengan mudah dan cepat. Dalam kehidupan kita dimasa mendatang, sektor teknologi informasi dan komunikasi merupakan sektor yang paling dominan.
Di Korea Selatan, sejak pendidikan komputer pertama kali diperkenalkan pada tahun 1970, pemerintah Korea telah membentuk suatu usaha penyesuaian pendidikan dengan perkembangan waktu. Memberikan perubahan aliran-aliran sosial, sejalan denngan pemahaman baru bahwa pendidikan da budaya berlangsung sesuai perkembangan sosial dan persaingan global. Penyesuaian pendidikan sesuai dengan perkembangan waktu diserahkan untuk mengubah seluruh sistem pendidikan yaitu, infrastruktur fisik, keterlibatan dalam berorgaisasi, suasana ruang kelas dan pemikiran manusia. Spesifikasi dari sumber penghasilan manusia berdasarkan pada pendidikan sosial meliputi: keterampilan berfikir kreatif, Pembentukan diri pada pendidikan seumur hidup, efektivitas menganalisis informasi, cara dalam memecahkan masalah dan efektivitas dan responsibilitas dalam memecahkan suatu masalah.
Asumsi dari Internet World Stats yang memprediksi dari jumlah penduduk Indonesia di tahun 2009 adalah sekitar 240 juta orang penetrasi internet diperkirakan hanya 10,4 persen. Indonesia hanya menempati ranking ke-22 dari seluruh negara di Asia Untuk 5 besar penetrasi internet di Asia adalah:
  1. Korea Selatan (77,3%)
  2. Jepang (74,0%)
  3. Hongkong (69,2%)
  4. Singapura (66,7%)
  5. Taiwan (65,9%)
 
D.  Kesimpulan
1.    Negara Republik Korea Selatan dengan adanya pengaplikasian TIK ini menjadikannya negara paling maju dalam hal penggunaan indikator TIK yang dipergunakan dalam pembelajaran. penggunaan TIK dalam pendidikan di sekolah dasar dan sekolah mengengah di korea telah dilaksanakan sejak tahun 1999. penerapan TIK dalam pendidikan di negara sangat optimal dan maksimal. dukungan pemerintanh dengan membuat program-program berkualitas tinggi menjadikan negara ini menjadi negara termaju pengadaan TIK terutama bidang pendidikan.
2.    Negara Republik Indonesia adalah negara berkembang yang bisa dikatakan dangat lamban dalam hal penerapan TIK dalam bidang pendidikan. banyak alasan untuk hal ini, mulai dari kurangnya perhatian pemerintah, fasilitas yang terbatas, kurangnya SDM yang kompeten, keadaan masyarakat yang belum melek teknologi atau gaptek, banyak program pendidikan yang telah dibuat dan diaplikasikan akan tetapi hasil yang diperoleh masih jauh dari kata maksimal.
3.    jika dibandingkan dengan korea selatan, Indonesia masih jauh tertinggal dari penerapan TIK terutama dalam bidang pendidikan. kurikulum TIK di sekolah yang masih belum berjalan dengan baik. tenaga pengajar TIK yang bahkan sangat kurang terutama perhatian dan peran serta pemerintah yang kurang mendukung. akan tetapi geliat indonesia untuk memajukan pendidikan dengan TIK harus diapresiasi walau banyak hambatan dan rintangan.








DAFTAR PUSTAKA

Kementerian Negara Riset dan Teknologi, 2006

Sagala, Syaiful. 2006. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung : Alfabeta.

Suderadjat, Hari. 2005.  Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS). Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Implementasi KBK. Bandung: Cipta Cekas Grafika.

No comments:

Post a Comment